TK ABA XII BATURETNO CEGAH DBD DENGAN PSN

TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) XII Baturetno pada hari Jumat, 4 Februari 2022 menyelenggarakan kegiatan yang sangat penting di masa pandemi saat ini yakni kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Kegiatan ini bukan pertama kalinya, akan tetapi TK ABA XII telah menyelenggarakan beberapa kali agar sarang nyamuk tidak menyebar kemana-mana sehingga berakibat tumbuhnya Demam Berdarah Dengue (DBD). DBD merupakan penyakit mudah menular yang berasal dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue. Kedua nyamuk penyebab DBD tersebut biasanya menginfeksi seseorang di pagi sampai sore hari menjelang petang. Penularan terjadi saat nyamuk menggigit dan menghisap darah seseorang yang sudah terinfeksi virus dengue, ketika nyamuk tersebut menggigit orang lain, maka virus akan tersebar. Bisa dibilang, nyamuk berperan sebagai medium pembawa (carrier) virus dengue tersebut. Selain gigitan nyamuk, demam berdarah dipicu oleh faktor risiko tertentu. Beberapa faktor risiko tersebut, di antaranya pernah mengalami infeksi virus dengue sebelumnya, tinggal atau bepergian ke daerah tropis; dan bayi, anak-anak, orang lanjut usia, dan orang dengan kekebalan tubuh yang lemah. Apalagi saat ini masih musim penghujan yang berdampak pada kondisi lingkungan yang kotor dan nyamuk tersebut senang bersarang.

Perwakilan Forkompincam Baturetno juga hadir dalam kegiatan ini. Dalam sambutannya, Sekcam Baturetno menyampaikan bahwa peran serta masyarakat sangat penting dalam pemberantasan sarang nyamuk dengan PSN 3M Plus yakni:

  1. Menguras, merupakan kegiatan membersihkan/menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya. Dinding bak maupun penampungan air juga harus digosok untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding tersebut. Saat musim hujan maupun pancaroba, kegiatan ini harus dilakukan setiap hari untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama 6 bulan.
  2. Menutup, merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk.
  3. Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang), kita juga disarankan untuk memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

Plusnya yaitu kegiatan penanganan DBD seperti:

  1. Menaburkan serbuk Abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
  2. Menggunakan anti nyamuk atau obat nyamuk
  3. Memanfaatkan tanaman pengusir nyamuk
  4. Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
  5. Menggunakan kelambu saat tidur
  6. Menghindari menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadikan sarang nyamuk.
  7. Menanam tanaman pengusir nyamuk
  8. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
  9. Gotong royong membersihkan lingkungan.

“Alhamdulillah untuk TK Aisyiyah Bustanul Athfal kamar mandi dan lingkungan sudah bersih tidak ditemukan jentik jentik di dalam bak mandi dan kamar mandinya, terima kasih” ungkap Sri Rahayu selaku Kader JUMANTIK ( Juru Pemantau Jentik ) dari Desa Karangtengah.

Anak anak merasa senang didatangi Kader JUMANTIK dengan diberi arahan supaya selalu membuang sampah pada tempatnya dan agar menjaga kesehatan. Mari kita tingkatkan kebersihan di lingkungan sekolah dan rumah kita. @salam sehat ABA XII @iskandaryati

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter