SDN 2 Watuagung Terima Bantuan Dari Komunitas Gerakan Melek Literasi

Watuagung : Perwakilan komunitas Gerakan Melek Litasi mendatangi SDN 2 Watuagung. Kedatangan ke SD tersebut bermaksud memberikan dukungan program sekolah. Salah satunya yaitu gerakan mengaji, Sabtu (4/12/2021).

Rosalani atau yang akrab dipanggil mbak Lani perwakilan dari Komunitas Gerakan Melek Literasi memberikan bantuan 30 buku iqro dan beberapa buku bacaan anak ke SDN 2 watuagung.

“Dengan beberapa bantuan ini diharapkan dapat membantu anak-anak gemar membaca dan mendukung pendidikan karakter anak sejak dini. Serta menjadikan akhlak anak menjadi lebih baik. Karena karakter akan terbentuk dengan pembiasaan. Dan membaca akan meningkatkan kecerdasaan anak.” Ungkap Lani.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa untuk buku iqro bisa dijadikan inventaris penunjang program mengaji setiap pagi di SDN 2 Watuagung. Sedangkan beberapa buku bisa disalurkan ke TPQ atau Taman Baca di sekitar sekolahan jika memungkinkan. Tujuannya agar minat baca tidak hanya diciptakan di sekolahan akan tetapi bisa terintegrasi dengan lingkungan sekolah. Sehingga minat baca anak di masyarakat juga meningkat.

“Bantuan ini tidak berakhir disini, kami akan selalu berkoordinasi dengan sekolah untuk tindak lanjut berikutnya. Seperti beberapa buku yang masih kurang. Namun demikian, kekurangan tersebut sambil menunggu donator dan relawan yang peduli terhadap pendidikan terutama dalam literasi.” Tandanya lebih lanjut.

Bantuan diterima langsung oleh Gito, Kepala SDN 2 Watuagung. Kepala sekolah yang menjabat baru 2 bulan ini mengucapkan terima kasih kepada Roslani, Penggerak  Komunitas Gerakan Melek Literasi. Dengan bantuan tersebut, diharapkan dapat mendukung program literasi di sekolah. Khususnya dalam kegiatan mengaji tiap pagi.

Menurut Gito, program mengaji tiap pagi ini diadakan berdasarkan dengar pendapat dari  lingkungan sekolah. Siswa di sini 100 % muslim. Dan dari permintaan lingkungan untuk memberikan tambahan mengaji.

Karena masih masa pandemi dan kegiatan di sekolah masih dibatasi maka kegiatan mengaji ini diintegrasikan dengan pencegahan covid 19. Setiap pagi untuk mencegah kerumunan anak,

ketika anak datang ke sekolah langsung diperiksa suhu badannya, kemudian cuci tangan dan selanjutnya masuk kelas. Sambil menunggu yang lainnya datang satu persatu, maka untuk mengihindari anak jalan-jalan dan berkumpul maka anak langsung mengaji.

Kegiatan mengaji tidak harus menunggu semua anak masuk terlebih dahulu. Dari satu persatu itulah petugas yang mengajari mengaji sudah siap di kelas

Dari kegiatan itulah, Gito selaku kepala sekolah menghubungi Roslani (Kominutas Gerakan Melek Literasi) untuk meminta bantuan pengadaan iqro. Dengan tercukupinya iqro diharapkan anak tidak usah membawa buku iqro dari rumah. Sehigga lebih efektif dan efisien.

Dari gerakan mengaji ini nanti diharapkan secara perlahan bisa merambah ke peningkatan minat baca pada siswa.  Tidak hanya membaca iqro (mengaji), akan tetapi siswa tergerak membaca buku-buku bacaan diluar jam pelajaran. Dan lebih lanjut anak-anak dapat membuat karya. Terlebih sekarang SD ini baru mencoba membuat buku dengan salah satu siswa.

Melalui pembiasa-pembiasaan ini, akan terjadi interaksi yang intens antara pendidik dan siswa. Dari interaksi ini dapat dijadikan sarana komunikasi untuk terus menyuarakan tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan di setiap saat. Karena pandemi belum berakhir. Sehingga, prokes tidak hanya disampaikan disela-sela pelajaran atau waktu-waktu tertentu, akan tetapi disetiap kegiatan harus sering digaungkan di telinga anak-anak. Maka sebagai pendidik, harus aktif dan kreatif dalam mengemas informasi tersebut agar lebih mengena, salah satunya yaitu melalui gerakan literasi.

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter