Deteksi Dini ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) SDN 2 Saradan

Dalam dunia Pendidikan saat ini tentunya sudah tidak asing lagi mendengar istilah ABK kepanjangan dari Anak Berkebutuhan Khusus. Saat ini telah banyak sekolah – sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah Pendidikan Inklusif yaitu system layanan Pendidikan yang mengatur agar siswa dapat terlayani di sekolah dekat tempat tinggalnya, di kelas regular bersama – sama dengan teman seusianya. Tanpa harus dikhususkan kelasnya, siswa dapat belajar bersama dengan teman seusianya serta sarana dan prasarana yang mendukung siswa tanpa terkecuali difabel.

Di SD Negeri 2 Saradan memang belum ditunjuk sebagai sekolah inklusif, namun tidak memungkiri adanya kasus anak yang berkebutuhan khusus, oleh karena itu sebagai tindakan awal yang dapat dilakukan guru adalah dengan mengadakan wawancara kepada siswa berkaitan dengan hal tersebut menggunakan alat identifikasi anak berkebutuhan khusus (ABK) yang terdiri dari gejala yang diamati antara lain gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, Tuna grahita, Tuna Daksa, Tuna laras, Anak berbakat atau memiliki kemampuan dan kecerdasan istimewa, Anak Lambat Belajar, Anak yang Mengalami Kesulitan Belajar Spesifik, dan yang terakhir adalah Anak Autis.

Foto Alat Identifikasi Anak

Dilaksanakannya program identifikasi ini sangat bermanfaat bagi kita khususnya guru Sekolah Dasar dan Sekolah pada umumny, sebagai tindakan awal untuk mengetahui atau mendeteksi apakah siswa yang selama ini kita ajar di kelas kita, adalah termasuk dalam Anak Berkebutuhan Khusus. (@arfiki)

Share this...
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter